Foto: Persiapan menjelang akad nikah Asep dan Sa'adah.
SERANG, RUANGSEKDES.COM — Jagat media sosial di Banten dihebohkan oleh aksi solidaritas yang luar biasa. Kesetiaan dan kebersamaan tanpa batas ditunjukkan secara nyata oleh ratusan warga Kampung Baru Rumah Tiga, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Pada Minggu subuh (16/8/2026), wilayah pesisir utara tersebut seketika tampak sepi setelah ratusan warga memutuskan untuk mengosongkan kampung demi mengawal salah satu pemuda setempat, Asep, yang melangsungkan perjalanan menuju Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, untuk meminang sang pujaan hati, Sa'adah.
Konvoi Subuh Membelah Lintas Kabupaten di Banten
Aksi solidaritas ini dipersiapkan dengan sangat matang oleh warga. Sejak malam sebelum keberangkatan, masyarakat saling bahu-membahu menyusun puluhan parsel hantaran berukuran besar secara rapi dan menarik. Puncaknya, tepat pukul 05.00 WIB pagi, iring-iringan puluhan kendaraan langsung memecah keheningan jalanan lintas kabupaten untuk memastikan rombongan pengantin pria tiba di lokasi tujuan tepat waktu.
"Kami sepakat dan berkomitmen untuk berangkat dari kampung tepat pukul lima subuh agar rombongan terhindar dari kemacetan lalu lintas. Hal ini penting agar pengantin pria tetap dalam kondisi prima, segar, dan siap sebelum prosesi ijab kabul dimulai," ujar Mansyur, perwakilan dari pihak keluarga mempelai pria saat diwawancarai oleh tim Ruangsekdes.com.
Komitmen Tinggi Pihak Mempelai Pria dan Agenda Wisata
Mansyur menambahkan bahwa meskipun acara akad nikah dikemas secara intim di kediaman mempelai wanita, kehadiran armada konvoi yang besar serta banyaknya parsel bawaan merupakan bentuk penghormatan, harga diri, sekaligus keseriusan yang tinggi dari pihak Asep untuk meminang Sa'adah.
Menariknya, rombongan warga dari Pontang ini dipastikan tidak langsung bertolak pulang setelah acara selesai. Karena telah menempuh perjalanan jauh dari jalur utara hingga ujung selatan Banten, rombongan dilaporkan akan memanfaatkan momen ini untuk berwisata bersama. Kawasan Pantai Bagedur dan Pantai Sawarna menjadi destinasi rekreasi yang dituju oleh ratusan warga pesisir utara tersebut sebelum akhirnya kembali ke Kabupaten Serang.
Foto: Rombongan keluarga besar mempelai pria asal Pontang saat tiba di Malingping.
Simbol Kuatnya Adat Kekerabatan di Tanah Banten
Peristiwa ikonik ini menjadi bukti nyata di era modern bahwa adat saling mendukung dan rasa kebersamaan antar-tetangga di tanah Banten masih mengalir sangat deras dan murni. Kemeriahan sebuah hajatan terbukti tidak selalu membutuhkan kemegahan fasilitas, melainkan ketulusan, pengorbanan, dan doa bersama dari seluruh warga satu kampung.
0 Komentar
Sampaikan tanggapan, pertanyaan, atau pengalaman Anda secara bijak dan sopan.